SHEdukasi Prosedur Kerja

Kenali Jenis-Jenis APAR di Tambang Agar Tidak Salah Penanganan

DH
DYMAS HERRNAWAN
10 Oktober 2026 16 Dilihat
Kenali Jenis-Jenis APAR di Tambang Agar Tidak Salah Penanganan

Putra Perkasa Abadi Jobsite Borneo Indobara — Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan pertahanan pertama kita ketika insiden kebakaran mulai terjadi. Namun, tahukah Anda bahwa menggunakan jenis APAR yang salah tidak hanya akan gagal memadamkan api, tetapi justru dapat memicu reaksi berantai yang membuat api semakin membesar dan membahayakan keselamatan diri sendiri?


Di lingkungan pertambangan, potensi sumber penyebab api terbagi menjadi beberapa kelas (Klasifikasi Kebakaran). Oleh karena itu, kita dituntut untuk memahami jenis-jenis APAR yang disediakan saat ini di area kerja operasional:

  • APAR Dry Chemical Powder (Serbuk Kimia Kering): Dikenali dari tabungnya yang berwarna merah, APAR jenis ini bersifat multipurpose (serbaguna). Sangat efektif memadamkan kebakaran Kelas A (benda padat seperti kayu/kertas), Kelas B (benda cair mudah terbakar seperti solar dan oli), serta Kelas C (peralatan kelistrikan). Serbuk ini bekerja dengan menyelimuti bahan bakar dan memutus kontak dengan oksigen.
  • APAR CO2 (Karbon Dioksida): Dikhususkan untuk kebakaran Kelas B dan Kelas C. APAR ini sangat disarankan untuk area panel kelistrikan, ruang server, atau peralatan elektronik sensitif, karena gas CO2 tidak akan meninggalkan kerak atau residu serbuk yang bisa merusak komponen kelistrikan di sekitarnya.
  • APAR Lithium (Kelas L): Seiring dengan berkembangnya teknologi kendaraan dan alat berat, APAR jenis ini disediakan khusus untuk menangani insiden kebakaran yang bersumber dari reaksi termal baterai Lithium-ion. APAR Lithium sangat krusial digunakan untuk memadamkan api pada Electric Vehicle (EV) seperti Dump Truck EV dan Light Vehicle EV, serta perangkat elektronik lainnya yang berbaterai lithium (contohnya baterai HT, laptop, dll).


Sebagai tambahan, dilarang keras menyiramkan air murni ke arah api yang bersumber dari tumpahan bahan bakar (minyak) karena akan membuat api menyebar luas, serta dilarang disiram ke arah instalasi listrik karena sifat air sebagai penghantar arus yang mematikan.

Butuh Bantuan? Chat dengan Admin SHERA