Nyawa Tak Ada Cadangannya, Pekerja Tambang Diimbau Atur Prioritas Manajemen Waktu Istirahat
TANAH BUMBU — Di tengah tingginya euforia penyelenggaraan kompetisi Piala Dunia FIFA 2026, para pekerja tambang terus dihadapkan pada tantangan berat terkait manajemen waktu istirahat mereka. Setiap individu diminta secara sadar untuk mengatur prioritas utama sebagai pekerja tambang profesional. Pekerja diimbau untuk tidak memaksakan diri menonton tayangan langsung pertandingan yang berbenturan dengan waktu istirahat mereka demi kelancaran operasional di hari berikutnya.
Pihak Departemen SHE mengingatkan sebuah fakta sederhana namun sangat krusial: pertandingan bola masih bisa dilihat siaran ulangnya melalui tayangan highlight, namun nyawa pekerja tidak ada cadangannya sama sekali. Menghilangkan jam tidur demi hiburan adalah sebuah perjudian yang sangat berbahaya di dunia pertambangan.
Oleh sebab itu, setiap pekerja diwajibkan untuk memastikan tubuh mereka tetap mendapatkan haknya, yakni durasi tidur minimal 6-8 jam sebelum memulai shift kerja. Sebagai langkah pencegahan yang efektif, para pekerja harus selalu mengetahui jadwal shift secara mendetail dan mampu menyesuaikan jadwal tersebut dengan waktu istirahat yang berkualitas. Kebijakan ini diharapkan mampu membentuk karakter pekerja yang handal di lapangan dan bijak menjaga keselamatan diri.
Departemen SHE
PT Putra Perkasa Abadi Site PT Borneo Indobara