SHEdukasi Fatigue & Bahaya Psikososial

Waspada Fatigue dan Microsleep Menjelang Libur Lebaran

DP
DYMAS PANGESTOE HERRNAWAN POETRA
25 Juni 2025 4 Dilihat
Waspada Fatigue dan Microsleep Menjelang Libur Lebaran

Menjelang periode libur panjang, risiko terjadinya fatigue pada pekerja cenderung meningkat akibat perubahan pola istirahat, aktivitas yang lebih padat, maupun menurunnya kualitas tidur. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi konsentrasi, kewaspadaan, dan kemampuan pengambilan keputusan saat bekerja maupun mengoperasikan unit.


Salah satu dampak yang dapat ditimbulkan akibat fatigue adalah microsleep, yaitu kondisi seseorang tertidur secara mendadak selama beberapa detik tanpa disadari. Meskipun berlangsung sangat singkat, microsleep dapat menimbulkan konsekuensi yang fatal, terutama bagi operator dan pengemudi yang sedang mengendalikan kendaraan atau alat berat.


Beberapa gejala microsleep yang perlu diwaspadai antara lain mata yang terasa berat dan sering berkedip, sering menguap, serta berkurangnya kemampuan mengendalikan arah kendaraan atau unit secara stabil. Kondisi ini dapat terjadi bahkan ketika mata masih terlihat terbuka, sehingga sering kali tidak disadari oleh pekerja yang mengalaminya.


Selain mengenali gejalanya, pekerja juga perlu meningkatkan kewaspadaan pada jam-jam rawan fatigue. Berdasarkan pola kerja shift, periode kritis umumnya terjadi pada:


  • Shift 1: 09.00–11.00 WITA, 14.00–15.00 WITA, dan 16.00–18.00 WITA.
  • Shift 2: 21.00–23.00 WITA, 02.00–03.00 WITA, dan 04.00–06.00 WITA.


Untuk mencegah terjadinya microsleep saat bekerja atau berkendara, beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:


  1. Segera berhenti dan laporkan kepada pengawas apabila mulai merasakan tanda-tanda microsleep.
  2. Manfaatkan waktu istirahat selama 15–30 menit untuk memulihkan kondisi tubuh.
  3. Tingkatkan kewaspadaan saat memasuki jam-jam kritis fatigue.
  4. Selalu gunakan sabuk pengaman (seat belt) saat mengoperasikan kendaraan.
  5. Lakukan pemeriksaan unit (P2H) sebelum berkendara.
  6. Pastikan kebutuhan tidur terpenuhi dengan durasi 6–8 jam setiap hari.


Menjelang libur Lebaran, setiap pekerja diharapkan lebih peduli terhadap kondisi fisik dan tingkat kelelahan yang dialami. Jangan abaikan tanda-tanda fatigue maupun microsleep, karena keselamatan kerja dimulai dari kemampuan mengenali risiko sebelum menjadi insiden.


Tetap waspada, jaga kondisi tubuh, dan utamakan keselamatan dalam setiap perjalanan maupun aktivitas kerja.

Butuh Bantuan? Chat dengan Admin SHERA