Energi Terjaga, Kerja Lebih Berdaya: Strategi Nutrisi dan Hidrasi
Putra Perkasa Abadi Jobsite Borneo Indobara — Dehidrasi atau kekurangan cairan adalah musuh tak kasat mata yang sangat membahayakan keselamatan pekerja tambang, terutama bagi mereka yang mengoperasikan alat berat. Konsentrasi yang menurun akibat otak kekurangan cairan dapat berujung pada insiden fatal di lapangan. Oleh karena itu, prinsip utamanya adalah: Jangan pernah menunggu merasa haus untuk minum. Rasa haus yang muncul sejatinya merupakan respons terlambat dari otak yang menandakan bahwa tubuh Anda sudah berada dalam fase awal dehidrasi.
Setiap pekerja wajib memenuhi kebutuhan hidrasi minimal sebanyak 8 gelas atau sekitar 2 hingga 3 liter air putih per hari—dan jumlah ini wajib ditingkatkan saat Anda banyak mengeluarkan keringat akibat terpapar terik matahari. Kenali sejak dini tanda-tanda tubuh kekurangan cairan, seperti mulut yang terasa kering, badan lemas, pusing, penurunan tingkat konsentrasi, hingga warna urine (air kencing) yang berubah menjadi kuning pekat atau kecokelatan.
Selain memastikan tubuh terhidrasi secara penuh, pola pemenuhan gizi berdasarkan waktu kerja juga sangat krusial. Sebelum memulai shift kerja, pastikan Anda mengonsumsi makanan berat berkonsep gizi lengkap (Karbohidrat + Protein + Sayur/Buah) sebagai modal energi utama. Saat berada di lapangan dan membutuhkan asupan tambahan, pilihlah camilan sehat seperti pisang, kacang-kacangan rebus, atau ubi, alih-alih gorengan. Terakhir, setelah shift kerja berakhir, bantu tubuh untuk segera pulih dengan menyantap hidangan tinggi protein dan istirahat yang cukup.