Jumat Berkah

Integritas dan Kejujuran: Fondasi Utama Keselamatan Operasional

DH
DYMAS HERRNAWAN
31 Juli 2026 20 Dilihat

Dalam aktivitas operasional pertambangan, integritas bukan sekadar slogan, melainkan prinsip kerja yang menentukan keselamatan seluruh pekerja. Salah satu bentuk kejujuran paling krusial di area kerja adalah disiplin dan transparansi saat melakukan pemeriksaan harian kelayakan alat (P2H) serta pelaporan bahaya. Memaksakan unit yang tidak layak operasional demi mengejar target, atau mengabaikan kondisi berbahaya (unsafe condition) tanpa melapor, merupakan bentuk ketidakjujuran yang berpotensi memicu kecelakaan fatal.


Pentingnya sikap jujur ini telah ditegaskan oleh Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadis shahih:


عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ


Artinya: "Hendaklah kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan itu menuntun ke surga."

Sumber: Hadis Shahih, riwayat Muslim nomor 2607.


Makna dari hadis ini dalam konteks K3 adalah bahwa kejujuran dalam beroperasional akan melahirkan kebaikan berupa lingkungan kerja yang aman dan kondusif. Ketika seorang pekerja dengan jujur melaporkan kondisi alat yang rusak atau potensi hazard di jalan hauling, tindakan tersebut menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya insiden. Sebaliknya, ketidakjujuran atau menyembunyikan potensi bahaya demi kemudahan sesaat justru membuka pintu terjadinya musibah bagi diri sendiri dan orang lain.


Mari kita wujudkan integritas diri dengan selalu jujur dalam setiap tahapan kerja. Patuhi seluruh prosedur operasional standar (SOP), laporkan setiap temuan ketidakamanan secara transparan, dan jangan pernah bertindak spekulatif. Kejujuran yang kita jaga hari ini adalah investasi keselamatan bagi seluruh rekan kerja agar kita semua dapat menyelesaikan tugas dengan baik serta kembali ke rumah menemui keluarga tercinta dalam keadaan sehat dan selamat.

Butuh Bantuan? Chat dengan Admin SHERA