Jumat Berkah

Kepatuhan pada Aturan Keselamatan: Wujud Nyata Disiplin dan Ketaatan

DH
DYMAS HERRNAWAN
25 September 2026 15 Dilihat

Bekerja di dunia pertambangan menuntut tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi. Peraturan perusahaan, Prosedur Operasional Standar (SOP), rambu-rambu di jalan hauling, hingga instruksi dari pengawas dibuat bukan untuk membatasi ruang gerak pekerja, melainkan semata-mata untuk melindungi setiap individu dari potensi bahaya. Sayangnya, seiring bertambahnya jam terbang dan pengalaman, terkadang muncul rasa terlalu percaya diri (overconfidence) yang membuat seseorang mulai mengabaikan aturan dan berani mengambil jalan pintas (shortcut).


Dalam ajaran agama Islam, kepatuhan terhadap pemimpin dan aturan yang membawa kebaikan merupakan sebuah kewajiban. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ


Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan/pemimpin) di antara kamu."

Sumber: Al-Qur'an, Surah An-Nisa ayat 59.


Makna dari ayat mulia ini dalam konteks operasional kerja sangatlah jelas. "Ulil Amri" di area kerja kita dapat dimaknai sebagai para pemimpin, pengawas (supervisor), serta sistem atau aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Mematuhi SOP saat mengoperasikan alat berat, mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan standar yang benar, serta patuh pada batas kecepatan maksimal, sejatinya adalah wujud implementasi dari ketaatan kita pada ayat tersebut. Ketika kita sengaja melanggar aturan keselamatan, kita tidak hanya membahayakan nyawa diri sendiri dan rekan kerja, tetapi juga melanggar prinsip ketaatan itu sendiri.


Oleh karena itu, di hari Jumat yang mulia ini, mari kita perbarui kembali semangat kedisiplinan kita. Jadikan kepatuhan pada aturan keselamatan sebagai fondasi utama sebelum memulai aktivitas. Singkirkan sifat egois atau kecenderungan untuk meremehkan prosedur, dan patuhilah arahan dari para pengawas di lapangan. Dengan disiplin dan ketaatan yang utuh, kita sedang membangun benteng keselamatan yang kuat agar seluruh keluarga besar dapat selalu menyelesaikan pekerjaan dengan prima dan pulang ke rumah dalam keadaan utuh, sehat, dan selamat.

Butuh Bantuan? Chat dengan Admin SHERA