Patahkan Mitos Bintitan, Kenali Gejala, Risiko, dan Cara Mengatasinya
Mitos seputar bintitan yang kerap dikaitkan dengan kebiasaan buruk mengintip rupanya masih banyak beredar. Guna meluruskan pandangan tersebut dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan, Departemen SHE PT Putra Perkasa Abadi (PPA) jobsite Borneo Indobara (BIB) meluncurkan Health Campaign yang mengupas tuntas tentang Bintitan atau dalam istilah medis dikenal sebagai Hordeolum. Secara medis, bintitan adalah murni infeksi bakteri pada kelenjar minyak di kelopak mata yang menyebabkan timbulnya benjolan merah, rasa nyeri, dan bengkak.
Untuk mendeteksi kondisi ini secara dini, kenali beberapa gejala bintitan yang paling sering muncul:
- Munculnya benjolan kecil di area kelopak mata.
- Timbul rasa nyeri atau sakit saat area tersebut disentuh.
- Kelopak mata terlihat membengkak.
- Mata tampak memerah dan sering berair.
- Muncul sensasi mengganjal yang tidak nyaman pada mata.
- Terkadang benjolan tersebut dapat mengeluarkan nanah.
Terganggunya kesehatan mata ini sebagian besar disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang sebenarnya sering terdapat secara alami di kulit kita. Selain itu, bintitan juga dipicu oleh adanya sumbatan kelenjar minyak, kebersihan tangan yang kurang baik, serta kebiasaan mengucek mata dengan tangan kotor.
Adapun beberapa kelompok orang yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami bintitan, antara lain:
- Orang yang sering menyentuh mata dengan tangan kotor.
- Orang yang jarang atau kurang bersih saat membersihkan kosmetik mata.
- Kurang menjaga kebersihan wajah secara keseluruhan.
- Penderita blefaritis (radang pada kelopak mata).
- Memiliki riwayat penyakit diabetes.
- Orang dengan kondisi daya tahan tubuh yang sedang menurun.
- Pengguna lensa kontak yang tidak menjaga kebersihan lensanya dengan baik.
Jika terlanjur mengalami bintitan, ada beberapa cara penanganan yang dapat dilakukan, terbagi menjadi perawatan mandiri dan bantuan medis:
- Perawatan Mandiri (Kompres Hangat):
Lakukan kompres hangat selama 10 hingga 15 menit, dan ulangi sebanyak 3 sampai 4 kali dalam sehari. Suhu hangat ini akan membantu melancarkan sumbatan pada kelenjar dan mempercepat penyembuhan. Selalu pastikan Anda mencuci tangan sebelum menyentuh mata, bersihkan kelopak mata secara lembut, dan selalu gunakan handuk yang bersih.
- Bantuan Medis (Obat-obatan):
Penggunaan obat harus selalu sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. Jika diperlukan, dokter dapat memberikan resep berupa salep antibiotik, antibiotik minum pada kasus infeksi yang lebih luas, atau melakukan tindakan drainase apabila benjolan tidak kunjung membaik.
Melalui kampanye ini, manajemen mengusung slogan "Mata Sehat, Penglihatan Hebat! Jangan Percaya Mitos, Percaya Fakta." Seluruh pahlawan tambang diimbau untuk lebih rasional, mengutamakan kebersihan diri (khususnya tangan dan wajah), serta segera mencari bantuan medis yang tepat jika mengalami gangguan pada kesehatan matanya demi kelancaran aktivitas operasional.