SHEdukasi Pengoperasian Kendaraan / Unit

Pencegahan Kebakaran Unit Alat Berat Melalui Disiplin P2H dan Pengecekan Sistem

DH
DYMAS HERRNAWAN
07 Oktober 2026 20 Dilihat
Pencegahan Kebakaran Unit Alat Berat Melalui Disiplin P2H dan Pengecekan Sistem

Putra Perkasa Abadi Jobsite Borneo Indobara — Unit alat berat yang beroperasi di area pertambangan bekerja secara terus-menerus di bawah beban yang berat, menghasilkan suhu operasional mesin (engine) yang sangat panas, terutama di area turbo dan knalpot (exhaust). Kondisi suhu tinggi ini menjadikannya sangat rentan terhadap risiko kebakaran (unit fire) jika terjadi kegagalan mekanis atau kelalaian dalam perawatan sehari-hari.

Berdasarkan investigasi dari berbagai insiden, sebagian besar kasus kebakaran pada alat berat dipicu oleh faktor-faktor yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Oleh karena itu, disiplin operator dalam melaksanakan Pemeriksaan Pengecekan Harian (P2H) tidak boleh ditawar.


Berikut adalah titik fokus utama untuk mencegah kebakaran unit alat berat:

  • Pemeriksaan Kebocoran Fluida: Pastikan tidak ada rembesan atau kebocoran pada selang hidrolik, solar, maupun oli yang berpotensi menetes ke komponen mesin yang bersuhu tinggi.
  • Pemeriksaan Elektrikal: Waspadai kabel-kabel kelistrikan yang mulai terkelupas, kendur, atau posisinya bergesekan dengan komponen logam, karena korsleting listrik memicu percikan api.
  • Kebersihan Ruang Mesin (Housekeeping): Dilarang keras meninggalkan benda mudah terbakar seperti kain majun bekas lap, sisa kertas, hingga botol plastik di dalam kompartemen engine.
  • Pengecekan Sistem Pemadam: Operator wajib memastikan kelayakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang ada di kabin, serta memastikan Fire Suppression System (sistem pemadam api otomatis) pada unit dalam kondisi aktif dan siap digunakan jika keadaan darurat terjadi.
Butuh Bantuan? Chat dengan Admin SHERA