SHEdukasi Lingkungan Kerja

Safety Leadership: Peran Kepemimpinan K3 dalam Mengembangkan Budaya Zero Harm

DH
DYMAS HERRNAWAN
20 Agustus 2026 16 Dilihat
Safety Leadership: Peran Kepemimpinan K3 dalam Mengembangkan Budaya Zero Harm

Pencapaian target Zero Harm (Nol Kecelakaan Fatal) di area tambang PT Putra Perkasa Abadi site Borneo Indobara membutuhkan lebih dari sekadar regulasi dan kepatuhan administratif; target ini membutuhkan jiwa kepemimpinan keselamatan (Safety Leadership) yang mengakar di setiap lini operasional. Kepemimpinan K3 adalah motor penggerak utama yang mengubah instruksi kerja tertulis menjadi aksi nyata di lapangan demi menjaga agar seluruh pekerja tetap selamat.


Kepemimpinan keselamatan bukanlah wewenang eksklusif manajemen atau pengawas lapangan saja. Setiap pekerja, tanpa memandang jabatan atau divisi, dituntut untuk menjadi pemimpin keselamatan bagi dirinya sendiri dan rekan di sekitarnya. Hal ini diwujudkan melalui keteladanan tindakan, konsistensi menjalankan Golden Rules, serta integritas untuk tidak mengorbankan keselamatan demi mengejar target produksi semata. Tanpa keteladanan yang kuat, target Zero Harm akan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.


Seorang pemimpin keselamatan sejati adalah mereka yang memiliki keberanian moral untuk mengintervensi dan menggunakan hak menghentikan pekerjaan (Stop Work Authority) saat melihat kondisi atau tindakan yang tidak aman. Melalui kepedulian yang aktif, komunikasi yang terbuka, dan pembinaan yang konsisten terhadap sesama rekan kerja, kita menciptakan lingkungan kerja yang saling melindungi. Mari ambil tanggung jawab kepemimpinan keselamatan ini bersama-sama, karena masa depan Zero Harm ada di tangan kita semua.


Departemen SHE

PT Putra Perkasa Abadi Site Borneo Indobara

Butuh Bantuan? Chat dengan Admin SHERA